Breaking News

Avanza Dihantam Kereta Api di Perlintasan Tanpa Palang, Delapan Nyawa Melayang


 Avanza Dihantam Kereta Api di Perlintasan Tanpa Palang, Delapan Nyawa Melayang

Tebing Tinggi —Sdictv.id|   Jerit duka kembali menggema di Kota Tebing Tinggi. Sebuah mobil Toyota Avanza dihantam kereta api di perlintasan tanpa palang pintu di Jalan Abdul Hamid, Kelurahan Bagelen, Kecamatan Padang Hilir, Rabu (21/1/2026). Tragedi memilukan ini merenggut delapan korban jiwa, sementara satu korban lainnya dilaporkan dalam kondisi kritis.

Dalam hitungan detik, perjalanan biasa berubah menjadi petaka. Dari total sembilan penumpang di dalam kendaraan tersebut, delapan orang meninggal dunia di lokasi kejadian, termasuk seorang anak-anak. Benturan keras membuat mobil ringsek parah dan terseret beberapa meter dari titik tabrakan.

Perlintasan maut ini kembali menegaskan kenyataan pahit bahwa kelalaian dan pembiaran terhadap keselamatan publik masih terus memakan korban.

“Informasinya ada sembilan korban. Saat saya tiba di lokasi, tiga jenazah sudah ditutup plastik,”

ujar Ari Naldi, warga yang berada di sekitar tempat kejadian.

Ironisnya, perlintasan kereta api tersebut telah lama tidak dilengkapi palang pintu maupun sistem peringatan otomatis. Selama ini, keselamatan pengguna jalan hanya mengandalkan relawan warga setempat yang secara sukarela berjaga. Namun pada pagi nahas itu, belum dapat dipastikan apakah penjagaan benar-benar berlangsung.

Seluruh korban telah dievakuasi ke RS Bhayangkara Tebing Tinggi untuk penanganan lebih lanjut. Hingga berita ini diturunkan, identitas resmi para korban masih menunggu konfirmasi pihak berwenang. 

Meski demikian, di media sosial telah beredar salinan KTP atas nama Rizal dan Risnawati, warga Kecamatan Deli Tua, Kabupaten Deli Serdang, yang diduga termasuk di antara korban.

Tragedi ini bukan sekadar kecelakaan lalu lintas. Ini adalah peringatan keras bagi seluruh pihak terkait.

Berapa banyak lagi nyawa harus melayang sebelum palang pintu benar-benar dipasang?

Berapa banyak lagi keluarga yang harus berduka akibat kelalaian yang terus diulang?

Doa kami menyertai seluruh korban dan keluarga yang ditinggalkan. Semoga tragedi ini menjadi yang terakhir, bukan sekadar angka dalam deretan duka panjang di perlintasan kereta api tanpa pengamanan.

             (M.Ramadhani)


By Mhd.Iqbal,S.Kom

Close