Gawat! Jembatan Penghubung Tiga Desa di Batu Bara Belum Juga Selesai


 Gawat! Jembatan Penghubung Tiga Desa di Batu Bara Belum Juga Selesai

Batu Bara,Sdictv.id|    – Proyek pembangunan jembatan penghubung tiga desa di Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara, hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda penyelesaian, meskipun telah memasuki waktu yang cukup krusial. Jembatan yang berlokasi di Dusun 6, Desa Sukorejo, Kecamatan Sei Balai ini, menjadi akses vital yang menghubungkan Desa Sukorejo, Desa Lolotan, dan Desa Benteng Panjang.(10/9/2025)

Proyek ini dikerjakan oleh penyedia jasa CV Eka Nusa, dengan pengawasan teknis dari konsultan PT Angkasa Raya Consultant, dan bersumber dari dana APBD Kabupaten Batu Bara. Berdasarkan informasi, pekerjaan ini dimulai sejak 1 Agustus 2025 dengan masa kontrak selama 150 hari kerja. Proyek ini tercantum dalam kontrak bernomor 05/SP/PK/PPK/APBD/DPUTR/BB-2025, dengan nilai kontrak sebesar Rp7.410.522.753,00.

Pembangunan jembatan ini direncanakan memiliki panjang 30 meter dan lebar 6 meter, yang akan menjadi infrastruktur penting untuk kelancaran mobilitas masyarakat antar-desa, baik untuk aktivitas ekonomi, pendidikan, maupun pelayanan sosial.

Progres Pengerjaan dan Spesifikasi Teknis

Menurut informasi yang dihimpun SDICTV pada 10 September 2025, struktur jembatan telah menggunakan material sesuai dengan standar teknis dan mutu. Bagian pondasi bawah menggunakan besi ulir berukuran 16 mm dan 13 mm, sedangkan bagian atas menggunakan besi ukuran 19 mm. Dari segi teknis, proyek ini diklaim telah memenuhi spesifikasi yang ditetapkan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Batu Bara.

Namun, keterlambatan dalam proses penyelesaian tetap menjadi perhatian masyarakat. Tim media yang mencoba mengonfirmasi langsung kepada pelaksana proyek, mendapatkan penjelasan dari Pak Paisal, selaku petugas logistik proyek. Ia menyatakan bahwa pengerjaan masih berlangsung dan pihaknya berupaya untuk menyelesaikan proyek sesuai dengan target yang telah direncanakan.

“Kami sedang dalam proses pengerjaan dan terus berupaya agar proyek ini selesai tepat waktu,” ujar Paisal kepada awak media.


Warga Resah, Pemerintah Diminta Turun Tangan

Keterlambatan proyek ini memicu keresahan warga sekitar, mengingat jembatan tersebut menjadi satu-satunya akses penghubung antar tiga desa yang cukup padat aktivitas harian.

“Kami sangat berharap jembatan ini cepat selesai. Ini bukan sekadar proyek, tapi jalan hidup kami sehari-hari,” ujar salah seorang warga Dusun 6 dengan nada penuh harap.


Pemerintah daerah diharapkan dapat memperkuat pengawasan dan memastikan agar tidak terjadi keterlambatan lebih lanjut. Selain itu, jaminan kualitas dan keamanan jembatan harus menjadi prioritas, demi keselamatan masyarakat yang akan menggunakan fasilitas ini setiap hari.

Pembangunan infrastruktur yang lamban bukan hanya soal waktu, tetapi juga menyangkut hajat hidup masyarakat luas. Diharapkan proyek ini segera rampung dan dapat difungsikan sesuai dengan harapan semua pihak.

 (Red)