Pemadaman Listrik Massal Lumpuhkan Aktivitas Masyarakat Sumatera, Diharapkan Tidak Terulang Kembali


SIARAN PERS
Media SDICTV

Pemadaman Listrik Massal Lumpuhkan Aktivitas Masyarakat Sumatera, Diharapkan Tidak Terulang Kembali

Pemadaman listrik besar-besaran yang terjadi di sejumlah wilayah Pulau Sumatera pada Jumat malam, 22 Mei 2026, menimbulkan keresahan dan keluhan dari masyarakat. Aktivitas warga mendadak lumpuh, mulai dari kegiatan rumah tangga, pekerjaan, sekolah, hingga aktivitas pelayanan informasi dan media.

Gangguan listrik yang meluas ini membuat masyarakat seakan kembali ke zaman dahulu, suasana gelap gulita menyelimuti berbagai daerah. Banyak warga mengaku kesulitan menjalankan aktivitas sehari-hari karena hampir seluruh kebutuhan saat ini bergantung pada tenaga listrik.

Mulai dari kebutuhan mandi menggunakan air sanyo, pekerjaan kantor, usaha kecil menengah, aktivitas sekolah, pengisian daya telepon genggam, jaringan internet, hingga kegiatan insan pers dalam mengirim dan menaikkan berita menjadi terhambat total akibat padamnya aliran listrik.

Insan pers juga sangat terdampak. Di era digital saat ini, seluruh proses peliputan, pengeditan, hingga pengiriman berita membutuhkan listrik dan jaringan internet yang stabil. Akibat pemadaman tersebut, banyak pekerjaan media terhenti dan informasi kepada masyarakat menjadi terlambat tersampaikan.

Masyarakat berharap kejadian seperti ini menjadi perhatian serius pihak terkait agar tidak kembali terulang di masa mendatang. Sebab listrik saat ini bukan lagi sekadar kebutuhan tambahan, melainkan sudah menjadi kebutuhan utama dalam kehidupan masyarakat modern.

Berikut informasi wilayah terdampak pemadaman listrik massal di Sumatera:
Sumatera Utara: Medan, Deli Serdang, Binjai, Tebing Tinggi, Langkat, Karo, Simalungun, Pematang Siantar, Asahan, Labuhan Batu, Mandailing Natal, Tapanuli Selatan/Tengah/Utara, Sibolga, hingga Nias mengalami dampak paling parah dengan kondisi mati total.

Sumatera Barat: Padang, Bukittinggi, Payakumbuh, Pariaman, Agam, Tanah Datar, Pasaman, dan sebagian Pesisir Selatan.
Riau: Pekanbaru, Kampar, Bangkinang, Siak, Rokan Hulu, Rokan Hilir, hingga Dumai.
Kepulauan Riau: Batam, Tanjung Pinang, dan Bintan.

Jambi: Kota Jambi, Muaro Jambi, Bungo, Kerinci, Sarolangun, dan Merangin.
Sumatera Selatan: Palembang, Ogan Ilir, Muara Enim, Lahat, Prabumulih, dan Banyuasin.

Bengkulu: Kota Bengkulu, Seluma, Kepahiang, dan Rejang Lebong.

Lampung: Bandar Lampung, Metro, Pesawaran, Tulang Bawang, dan Way Kanan.
Aceh: sebagian wilayah Aceh Tengah dan Bener Meriah mengalami padam terjadwal.
Berdasarkan informasi yang beredar, gangguan diduga berasal dari jalur transmisi 275kV Sungai Rumbai – Muara Bungo, Jambi, yang kemudian merembet ke jaringan listrik Sumatera lainnya.

Masyarakat berharap adanya evaluasi menyeluruh terhadap sistem kelistrikan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi dalam skala besar. Selain merugikan aktivitas ekonomi dan pendidikan, pemadaman massal juga mengganggu kenyamanan, keamanan, serta pelayanan publik di tengah ketergantungan masyarakat terhadap listrik dan teknologi.

“Semoga kejadian ini menjadi perhatian serius dan tidak terulang kembali. Karena saat listrik padam, hampir seluruh aktivitas masyarakat ikut terhenti,” ujar sejumlah warga yang mengeluhkan kondisi tersebut.

Redaksi Media SDICTV