SIARAN PERS | MEDIA SDICTV.ID
JAKARTA, SDICTV.ID – Peringatan Hari Koperasi Nasional yang jatuh setiap 12 Juli menjadi momentum penting untuk memperkuat kembali peran koperasi sebagai fondasi demokrasi ekonomi Indonesia. Semangat koperasi yang berlandaskan asas kekeluargaan dinilai tetap relevan dalam menghadapi tantangan global, mulai dari ketahanan pangan, perubahan iklim, hingga transformasi ekonomi hijau.
Ketua Umum Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI), Dr. Teguh Santosa, dalam catatannya yang ditulis dari Kunming, Provinsi Yunnan, Republik Rakyat Tiongkok, menyampaikan bahwa Indonesia dapat belajar dari keberhasilan Yunnan dalam membangun ekonomi hijau yang berpihak kepada masyarakat melalui gerakan koperasi.
Kunjungan delegasi JMSI ke Yunnan atas undangan All China Journalists Association (ACJA) memperlihatkan bagaimana koperasi mampu menjadi penggerak utama perubahan di tingkat akar rumput. Di wilayah tersebut, koperasi berhasil mengorganisasi petani dan pelaku usaha kecil untuk menerapkan pertanian regeneratif, meningkatkan kualitas produksi, memanfaatkan teknologi modern, serta memperoleh sertifikasi produk ramah lingkungan.
Melalui sistem koperasi, komoditas lokal seperti teh organik, kopi, dan tanaman herbal mampu memiliki nilai tambah yang tinggi sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani tanpa harus melakukan eksploitasi lingkungan secara berlebihan.
Tidak hanya itu, koperasi di Yunnan juga menjadi motor pengembangan energi bersih, pengelolaan hutan berbasis masyarakat, pembangunan instalasi biogas, hingga pengembangan ekowisata. Model kepemilikan bersama tersebut dinilai mampu menghadirkan pemerataan manfaat ekonomi sekaligus menjaga kelestarian ekosistem.
Menurut Dr. Teguh Santosa, konsep tersebut menjadi contoh nyata bahwa pembangunan ekonomi tidak harus mengorbankan lingkungan. Justru sebaliknya, pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan hanya dapat tercapai apabila masyarakat menjadi pelaku utama dalam menjaga sumber daya alam.
Dalam catatannya, Dr. Teguh juga mengingatkan bahwa koperasi memiliki sejarah panjang sebagai gerakan ekonomi rakyat. Berawal dari gagasan Robert Owen pada masa Revolusi Industri di Inggris, koperasi berkembang menjadi instrumen pemberdayaan masyarakat yang kemudian diadopsi Indonesia melalui perjuangan para pendiri bangsa.
Di Indonesia, Wakil Presiden pertama Mohammad Hatta menempatkan koperasi sebagai "soko guru perekonomian nasional". Gagasan tersebut kemudian diperkuat oleh tokoh ekonomi nasional seperti R.M. Margono Djojohadikusumo dan Prof. Sumitro Djojohadikusumo, yang menekankan pentingnya pembangunan ekonomi nasional berbasis kelembagaan yang kuat dan berpihak kepada rakyat.
Saat ini, di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, penguatan koperasi kembali memperoleh perhatian besar melalui berbagai program strategis nasional, terutama dalam bidang ketahanan pangan, hilirisasi industri, dan pembangunan ekonomi desa.
Koperasi dipandang memiliki posisi strategis sebagai mitra pemerintah dalam meningkatkan nilai tambah produk pertanian, memperkuat rantai pasok nasional, serta menciptakan pemerataan kesejahteraan hingga ke pelosok daerah.
Selain berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, koperasi juga didorong untuk menjadi pelopor ekonomi hijau melalui penerapan prinsip pembangunan berkelanjutan, penggunaan energi terbarukan, pengelolaan limbah yang bertanggung jawab, serta digitalisasi tata kelola organisasi.
Transformasi digital koperasi diyakini akan meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan profesionalisme, sehingga mampu menarik partisipasi generasi muda sekaligus memperkuat daya saing koperasi di tingkat nasional maupun internasional.
Dr. Teguh Santosa menegaskan bahwa koperasi masa depan harus mampu berkembang menjadi korporasi rakyat yang modern tanpa meninggalkan nilai-nilai kebersamaan dan demokrasi ekonomi.
Mengakhiri catatannya, ia mengajak seluruh elemen bangsa menjadikan Hari Koperasi sebagai momentum revitalisasi gerakan koperasi nasional yang profesional, tangguh, berdaya saing, serta menjadi penggerak utama kedaulatan ekonomi dan "tobat ekologi" sebagaimana telah digaungkan Menteri Lingkungan Hidup.
"Selamat Hari Koperasi. Mari kita wujudkan kedaulatan ekonomi dan tobat ekologi melalui koperasi yang modern, kuat, profesional, dan berkelanjutan demi Indonesia yang lebih maju serta berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia," tutup Dr. Teguh Santosa.
(Red)