Dua Korban Jiwa dalam Tragedi Kebakaran Simpang Gambus, Kades Idris Dele Tunjukkan Kepedulian hingga Pimpin Salat Jenazah





SIARAN PERS
MEDIA SDICTV

Dua Korban Jiwa dalam Tragedi Kebakaran Simpang Gambus, Kades Idris Dele Tunjukkan Kepedulian hingga Pimpin Salat Jenazah

Batu Bara | SDICTV.id

Tragedi kebakaran yang terjadi di Dusun VI, Desa Simpang Gambus, Kecamatan Lima Puluh, Kabupaten Batu Bara, kembali menyisakan duka mendalam. Setelah menjalani perawatan intensif selama tiga hari akibat luka bakar serius, Sari Gumanti (54) meninggal dunia di RSUD H. OK Arya Zulkarnain pada Sabtu (4/7/2026) sekitar pukul 15.30 WIB.
Meninggalnya Sari Gumanti menambah jumlah korban jiwa dalam peristiwa tersebut menjadi dua orang. Sebelumnya, sang suami, Suriono (57), ditemukan meninggal dunia di dalam rumah yang dilalap api saat kebakaran terjadi pada Kamis (2/7/2026) dini hari. Dugaan awal, peristiwa itu berkaitan dengan persoalan rumah tangga. Namun, penyebab pasti kejadian masih menunggu hasil penyelidikan aparat berwenang.

Di tengah musibah tersebut, sosok Kepala Desa Simpang Gambus, Idris Dele (56), mendapat apresiasi dari masyarakat atas kepeduliannya terhadap keluarga korban. Sejak awal kejadian, Idris aktif mendampingi proses penanganan musibah, mulai dari evakuasi, pendampingan keluarga, hingga prosesi pemakaman.
Informasi yang diperoleh SDICTV.id menyebutkan, kondisi Sari Gumanti sempat mengalami perkembangan sehingga keluarga membawanya pulang dari RSU Bidadari untuk menjalani pengobatan alternatif di Desa Sumber Padi. Namun, kondisi korban kembali menurun akibat mengalami sesak napas.

Begitu menerima kabar tersebut, Idris Dele segera menginstruksikan penggunaan ambulans milik Pemerintah Desa Simpang Gambus untuk menjemput korban dan membawanya ke RSUD H. OK Arya Zulkarnain agar segera mendapatkan penanganan medis. Meski telah mendapat perawatan maksimal dari tim medis, nyawa korban akhirnya tidak dapat diselamatkan.

Setelah korban dinyatakan meninggal dunia, Kepala Desa Idris Dele kembali hadir mendampingi keluarga. Ia membantu mengoordinasikan kebutuhan pemakaman, memastikan pelaksanaan fardu kifayah berjalan dengan baik, hingga memimpin salat jenazah sebagai imam.

"Sebagai kepala desa, sudah menjadi kewajiban saya hadir ketika warga mengalami musibah. Saat mereka berduka, mereka tidak boleh merasa sendirian," ujar Idris Dele.

Sikap kemanusiaan yang ditunjukkan Idris Dele mendapat respons positif dari masyarakat. Warga menilai kehadirannya bukan sekadar menjalankan tugas sebagai kepala desa, tetapi juga menjadi bentuk nyata kepedulian seorang pemimpin yang hadir bersama masyarakat pada saat menghadapi cobaan.

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya penyelesaian persoalan rumah tangga secara bijaksana serta perlunya dukungan semua pihak dalam mencegah terulangnya tragedi serupa. Sementara itu, aparat terkait masih melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab pasti kebakaran yang mengakibatkan dua korban jiwa tersebut.

(Red)