Pengajuan Pembiayaan Kendaraan Semakin Mudah Melalui BYOND, Bisnis OTO BSI Tumbuh 12,40%

SIARAN PERS
MEDIA SDICTV

Pengajuan Pembiayaan Kendaraan Semakin Mudah Melalui BYOND, Bisnis OTO BSI Tumbuh 12,40%

SDICTV.ID, JAKARTA – Di tengah dinamika ekonomi yang terus berkembang dan kecenderungan masyarakat yang semakin selektif dalam berbelanja, bisnis pembiayaan kendaraan (OTO) PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) tetap menunjukkan kinerja yang positif.

Kondisi ini mencerminkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap kendaraan bermotor, sekaligus menjadi indikator optimisme konsumen terhadap kondisi ekonomi domestik. Kinerja tersebut juga sejalan dengan tren industri otomotif nasional yang terus bertumbuh.

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil nasional secara wholesales sepanjang Januari–Juni 2026 mencapai lebih dari 400 ribu unit, atau tumbuh 15,89 persen secara tahunan (year on year/YoY) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 376 ribu unit.

Sejalan dengan pertumbuhan industri tersebut, pembiayaan kendaraan BSI melalui produk BSI OTO turut mencatatkan kinerja solid. Hingga Juni 2026, outstanding pembiayaan BSI OTO mencapai sekitar Rp6,70 triliun, meningkat 12,40 persen secara tahunan dengan kualitas pembiayaan yang tetap terjaga.

Direktur Retail Banking BSI, Kemas Erwan Husainy, menyampaikan bahwa peningkatan tersebut menunjukkan minat masyarakat terhadap pembiayaan kendaraan berbasis syariah masih kuat di tengah kondisi ekonomi yang dinamis. Ia menambahkan, penguatan transformasi digital turut memberikan kontribusi signifikan melalui fitur BYOND by BSI yang semakin lengkap dan mampu mengakomodasi pengajuan pembiayaan, termasuk kendaraan.

“Capaian ini menjadi sinyal positif bahwa sektor otomotif masih memiliki prospek yang baik. Masyarakat tetap melakukan pembelian kendaraan, namun dengan pertimbangan yang lebih matang serta mengedepankan skema pembiayaan syariah yang memberikan kepastian dalam pengelolaan keuangan,” ujarnya.

Selain didorong oleh kebutuhan mobilitas, pertumbuhan pembiayaan kendaraan juga ditopang oleh sejumlah faktor lain, seperti kebijakan pemerintah dalam percepatan adopsi kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV), meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kendaraan ramah lingkungan, serta semakin beragamnya pilihan kendaraan di pasar.

Dari sisi internal, BSI terus menghadirkan berbagai program pembiayaan yang kompetitif dan sesuai dengan kebutuhan nasabah. Salah satunya melalui skema angsuran tetap hingga lunas, yang memberikan kepastian cicilan selama masa pembiayaan sehingga nasabah dapat mengatur arus kas secara lebih terencana.

Selain itu, BSI juga memperluas kolaborasi dengan dealer dan mitra strategis, serta aktif menggelar program literasi dan gathering di berbagai kota besar guna meningkatkan akses dan pemahaman masyarakat terhadap pembiayaan kendaraan berbasis syariah.

Dengan fundamental bisnis yang kuat serta dukungan ekosistem pembiayaan yang semakin luas, BSI optimistis pembiayaan kendaraan akan terus menjadi salah satu motor utama pertumbuhan pembiayaan konsumer perseroan sepanjang tahun 2026.

(MR)