SIARAN PERS
MEDIA SDICTV
Polres Batu Bara Dukung Program PM-AAS, Perkuat Sinergi Wujudkan Swasembada Pangan Berkelanjutan
BATU BARA, SDICTV.ID – Polres Batu Bara menunjukkan komitmennya dalam mendukung program strategis nasional di bidang ketahanan pangan dengan menghadiri Rapat Koordinasi Pertanian Modern Advanced Agriculture System (PM-AAS) dan Sosialisasi Penyusunan Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL) usulan bantuan pemerintah lingkup Kementerian Pertanian.
Kapolres Batu Bara AKBP Dony Satria Wicaksono, S.I.K., M.H., CPHR., CBA., diwakili Kabag SDM AKP H.W. Siahaan, S.H., menghadiri kegiatan yang berlangsung di Aula Sujono SMK Swasta Budi Darma, Desa Tanah Merah, Kecamatan Air Putih, Kabupaten Batu Bara, Kamis (30/7/2026).
Rapat koordinasi tersebut dihadiri Kepala Balai Besar Modernisasi Pertanian (BRMP) Sumatera Utara Muliono, S.P., M.M., Kepala Pusat Perakitan dan Modernisasi Pertanian Tanaman Pangan Dr. Ir. Haris Syahbuddin, DEA, unsur Forkopimda, perwakilan Bulog, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera II, BPS Provinsi Sumatera Utara, Dinas Pertanian dari sejumlah kabupaten/kota, serta berbagai pemangku kepentingan di sektor pertanian.
Kegiatan ini bertujuan memperkuat sinergi lintas sektor dalam mendukung implementasi program PM-AAS sebagai langkah strategis menjaga swasembada pangan nasional secara berkelanjutan. Selain itu, sosialisasi penyusunan CPCL dilakukan sebagai dasar penetapan calon penerima bantuan pemerintah di bidang pertanian agar lebih tepat sasaran.
Rangkaian acara diawali dengan registrasi peserta, menyanyikan lagu Indonesia Raya, pembacaan doa, sambutan dari perwakilan Pemerintah Kabupaten Batu Bara, Kepala Pusat Perakitan dan Modernisasi Pertanian Tanaman Pangan, serta Kepala BRMP Sumatera Utara. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemaparan konsep PM-AAS, materi pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT) pada padi, workshop penyusunan CPCL, sesi diskusi, hingga penyerahan bantuan alat tanam padi TABELA (Tanam Benih Langsung) kepada kelompok penerima.
Kehadiran Polres Batu Bara dalam forum tersebut menjadi wujud dukungan nyata terhadap program pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional melalui kolaborasi bersama pemerintah daerah, instansi teknis, dan seluruh pemangku kepentingan. Sinergi tersebut diharapkan mampu mendorong terwujudnya sektor pertanian yang modern, produktif, serta berkelanjutan.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dalam suasana aman, tertib, dan kondusif.
(T. Sihotang)