Siswa Mengaku Tidak Nyaman Belajar, Dugaan Penyimpangan Dana BOS di SMP Negeri 1 Silimakuta Jadi Sorotan
SIARAN PERS
MEDIA SDICTV
Siswa Mengaku Tidak Nyaman Belajar, Dugaan Penyimpangan Dana BOS di SMP Negeri 1 Silimakuta Jadi Sorotan
SIMALUNGUN, SDICTV.ID – Dugaan penyimpangan pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di SMP Negeri 1 Kecamatan Silimakuta, Kabupaten Simalungun, kembali menjadi perhatian publik. Kondisi fisik sekolah yang dinilai memprihatinkan memunculkan pertanyaan masyarakat mengenai penggunaan anggaran BOS yang seharusnya diperuntukkan bagi kebutuhan operasional dan pemeliharaan sekolah.
Berdasarkan hasil penelusuran di lapangan, sejumlah fasilitas sekolah terlihat mengalami kerusakan. Beberapa plafon ruang kelas tampak berlubang, kaca jendela dan dinding mengalami retak hingga pecah, sejumlah pintu ruang belajar rusak, cat dinding memudar, kamar mandi (WC) dinilai kurang terawat, serta halaman sekolah dipenuhi semak belukar dan kerap tergenang air saat musim hujan.
Kondisi tersebut dinilai mengganggu kenyamanan proses belajar mengajar dan memunculkan dugaan bahwa anggaran pemeliharaan sarana dan prasarana yang bersumber dari Dana BOS tidak digunakan secara optimal.
Saat dikonfirmasi melalui aplikasi WhatsApp, Plt. Kepala SMP Negeri 1 Silimakuta, Rosella Ginting, S.Pd, memberikan tanggapan bahwa persoalan tersebut sedang dalam proses penanganan aparat.
"Ini surat panggilan Tipikor dan kami dalam proses. Ya makanya kami sedang menjalani proses. Sabar ya," tulisnya melalui pesan WhatsApp.
Pernyataan tersebut menjadi bagian dari hak jawab pihak sekolah atas informasi yang berkembang di tengah masyarakat.
Seorang warga sekitar yang juga mengaku sebagai pemerhati pendidikan dan meminta identitasnya tidak dipublikasikan mengatakan bahwa kondisi sekolah sudah lama memprihatinkan.
Menurutnya, kerusakan plafon, kaca pecah, pintu ruang kelas yang rusak, WC yang kurang bersih, hingga pekarangan yang dipenuhi semak dan genangan air membuat peserta didik tidak nyaman mengikuti kegiatan belajar maupun olahraga.
Ia berharap Pemerintah Kabupaten Simalungun, khususnya Dinas Pendidikan, memberikan perhatian serius terhadap kondisi sekolah serta melakukan evaluasi terhadap pengelolaan anggaran pendidikan.
"Pendidikan jangan dijadikan ajang kepentingan pribadi. Dunia pendidikan harus dibangun dengan tanggung jawab demi masa depan anak-anak," ujarnya.
Informasi yang dihimpun SDICTV.ID juga menyebutkan bahwa dugaan penyimpangan Dana BOS tersebut sebelumnya telah menjadi sorotan sejumlah media. Selain itu, PC LSM Kemilau Cahaya Bangsa Indonesia (KCBI) Kabupaten Simalungun dikabarkan telah melaporkan persoalan tersebut kepada Polres Simalungun pada 30 Juni 2026.
Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat keterangan resmi dari aparat penegak hukum mengenai hasil penyelidikan maupun status hukum perkara tersebut.
SDICTV.ID akan terus memantau perkembangan kasus ini dan memberikan ruang hak jawab kepada seluruh pihak terkait sesuai dengan prinsip keberimbangan serta asas praduga tak bersalah.
(Redaksi SDICTV.ID)