Camat Datuk Tanah Datar Bersama Pengawas Dinas Pendidikan Hadiri Aksi Bersih-Bersih di UPTD SDN 10 Bagan Sari


Camat Datuk Tanah Datar Bersama Pengawas Dinas Pendidikan Hadiri Aksi Bersih-Bersih di UPTD SDN 10 Bagan Sari

BATU BARA, SDICTV.ID – Semangat gotong royong dan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan sekolah kembali ditunjukkan melalui kegiatan bersih-bersih yang dilaksanakan di UPTD SDN 10 Bagan Sari, Kecamatan Datuk Tanah Datar, Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara, Kamis (3/9/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menumbuhkan kesadaran warga sekolah, khususnya para peserta didik, akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sebagai salah satu faktor pendukung terciptanya suasana belajar yang sehat, nyaman, dan kondusif.

Aksi bersih-bersih tersebut turut mendapat perhatian dari jajaran pemerintah kecamatan. Camat Datuk Tanah Datar, Priyo Pratomo, S.T., hadir langsung di tengah-tengah para siswa bersama Pengawas Dinas Pendidikan Desa Bagan Sari.

Kehadiran Camat Datuk Tanah Datar bersama unsur pengawas pendidikan tersebut menunjukkan dukungan terhadap berbagai kegiatan positif di lingkungan satuan pendidikan, terutama kegiatan yang berkaitan dengan pembentukan karakter, kedisiplinan, kepedulian terhadap lingkungan, serta penerapan pola hidup bersih dan sehat.

Dalam kegiatan tersebut, para siswa tampak mengikuti kegiatan kebersihan lingkungan sekolah. Sejumlah area sekolah dibersihkan secara bersama-sama sebagai bentuk penerapan budaya gotong royong.

Camat Datuk Tanah Datar, Priyo Pratomo, dalam arahannya mengingatkan para siswa bahwa kebersihan tidak hanya menjadi tanggung jawab petugas kebersihan maupun pihak sekolah, melainkan merupakan tanggung jawab bersama seluruh warga sekolah.

Menurutnya, kebiasaan menjaga kebersihan harus ditanamkan sejak usia dini. Hal tersebut dinilai penting agar para peserta didik memiliki kesadaran dan kepedulian terhadap lingkungan di mana pun mereka berada.

“Kebersihan itu bagian dari kesehatan. Jagalah kebersihan agar lingkungan tetap nyaman dan sehat. Kebersihan adalah yang utama,” tegas Priyo Pratomo di hadapan para siswa.

Ia juga mengajak para peserta didik agar tidak menjadikan kegiatan bersih-bersih sebagai kegiatan seremonial semata. Kebiasaan tersebut diharapkan dapat diterapkan secara berkelanjutan dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, budaya hidup bersih harus dimulai dari lingkungan terdekat, yakni dari diri sendiri, kemudian diterapkan di sekolah, rumah, maupun lingkungan masyarakat.

“Jangan hanya bersih ketika ada kegiatan. Jadikan menjaga kebersihan sebagai kebiasaan sehari-hari, baik di sekolah maupun di rumah,” pesannya.

Lebih lanjut, kegiatan gotong royong di lingkungan sekolah dinilai memiliki nilai pendidikan yang cukup penting. Selain menciptakan lingkungan yang bersih, kegiatan tersebut juga dapat membentuk sikap tanggung jawab, kebersamaan, disiplin, dan kepedulian sosial pada diri peserta didik.

Para siswa juga diharapkan dapat memahami bahwa lingkungan sekolah yang bersih bukan hanya memberikan kenyamanan secara fisik, tetapi turut mendukung terciptanya proses pembelajaran yang lebih baik.

Lingkungan sekolah yang bersih, rapi, dan sehat dapat memberikan rasa nyaman kepada siswa maupun tenaga pendidik dalam menjalankan aktivitas pendidikan. Karena itu, menjaga kebersihan perlu dilakukan secara bersama-sama dan berkesinambungan.

Kehadiran Pengawas Dinas Pendidikan dalam kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari perhatian terhadap kondisi lingkungan pendidikan. Sinergi antara pemerintah kecamatan, pengawas pendidikan, pihak sekolah, guru, dan peserta didik diharapkan dapat terus diperkuat dalam mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang sehat dan nyaman.

Kegiatan bersih-bersih ini sekaligus menjadi momentum untuk mengajarkan kepada generasi muda bahwa kepedulian terhadap lingkungan harus dibangun melalui tindakan nyata.

Tidak hanya melalui imbauan, tetapi juga dengan memberikan contoh langsung kepada peserta didik. Dengan demikian, nilai-nilai gotong royong dan kepedulian terhadap kebersihan dapat tumbuh menjadi bagian dari karakter anak-anak sejak dini.

Pihak sekolah juga diharapkan terus mendorong keterlibatan seluruh warga sekolah dalam menjaga kebersihan lingkungan. Mulai dari membuang sampah pada tempatnya, menjaga kebersihan ruang kelas, halaman sekolah, fasilitas umum, hingga menjaga kebersihan lingkungan sekitar sekolah.

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan kesadaran peserta didik terhadap pentingnya kebersihan semakin meningkat. Para siswa diharapkan tidak hanya memahami kebersihan sebagai kewajiban, tetapi juga menjadikannya sebagai bagian dari pola hidup sehari-hari.

Dengan terciptanya lingkungan sekolah yang bersih, sehat, aman, dan nyaman, diharapkan proses belajar mengajar di UPTD SDN 10 Bagan Sari dapat berlangsung secara lebih optimal.

Kegiatan tersebut juga menjadi gambaran bahwa semangat gotong royong masih menjadi bagian penting dalam membangun lingkungan pendidikan yang berkualitas.

Pemerintah Kecamatan Datuk Tanah Datar bersama unsur pendidikan diharapkan dapat terus memberikan dukungan terhadap kegiatan-kegiatan positif yang melibatkan peserta didik, khususnya kegiatan yang berkaitan dengan kebersihan, kesehatan, kedisiplinan, dan pembentukan karakter generasi penerus.

SDICTV.ID