Pulau Pandang dan Segenggam Kekuasaan: Menatap Peluang Revitalisasi Wisata Pesisir Batu Bara

Pulau Pandang dan Segenggam Kekuasaan: Menatap Peluang Revitalisasi Wisata Pesisir Batu Bara

Oleh: Irwansyah Nasution
Bagian 37

Batu Bara, SDICTV.ID – Pembangunan dalam suatu pemerintahan tidak terlepas dari bagaimana penataan wilayah dikemukakan sebagai bentuk pertanggungjawaban atas kekuasaan yang sedang dijalankan. Kekuasaan pemerintahan terus bergerak, sebagaimana jarum jam yang tidak pernah berhenti, untuk memastikan pelayanan dan pembangunan berjalan dari waktu ke waktu.

“Segenggam kekuasaan” memiliki makna besar mengenai kewenangan sekaligus partisipasi. Salah satu bentuknya adalah bagaimana pemerintah menata ruang, mulai dari kawasan kecil hingga kawasan strategis, termasuk menentukan area konservasi, dermaga, kawasan wisata hingga permukiman.

Setiap keputusan yang diambil hari ini dapat menjadi dasar bagi peta pembangunan hingga puluhan tahun ke depan. Karena itu, menata kekuasaan pada hakikatnya juga berarti menata tanggung jawab.

Revitalisasi Pulau Pandang dan Pulau Salah Namo

Ketika berbicara mengenai pembangunan kawasan wisata Pulau Pandang dan Pulau Salah Namo di Kabupaten Batu Bara, muncul sejumlah pertanyaan penting. Apakah kedua pulau tersebut dapat direvitalisasi? Bagaimana skema pembiayaannya? Sejauh mana potensi kedua pulau tersebut untuk menjadi sumber pemasukan baru bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus menjadi kawasan edukasi dan pembelajaran wisata pesisir?

Pertanyaan tersebut penting dikemukakan mengingat sejumlah potensi wisata pesisir di Batu Bara dinilai masih membutuhkan penataan dan pengelolaan yang lebih terencana dan profesional agar dapat berkembang secara berkelanjutan.

Ke depan, Kabupaten Batu Bara dinilai memiliki peluang untuk mengembangkan potensi tersebut seiring dengan perhatian pemerintah terhadap penataan kawasan di berbagai wilayah Indonesia, termasuk pengembangan sektor pariwisata pesisir.

Batu Bara juga tidak hanya memiliki potensi wisata bahari. Kawasan Kuala Tanjung telah diproyeksikan sebagai kawasan industri dan kepelabuhanan strategis yang diharapkan memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan masyarakat.

Efek Pengembangan Kuala Tanjung

Jika aktivitas pelabuhan Kuala Tanjung berkembang dengan meningkatnya intensitas kapal perdagangan dan aktivitas ekonomi, kondisi tersebut berpotensi menciptakan peluang bagi sektor pariwisata di sekitarnya.

Dalam perspektif pengembangan destinasi, keberadaan Pulau Pandang dan Pulau Salah Namo dapat menjadi bagian dari kawasan wisata pesisir yang memiliki daya tarik tersendiri.

Kapal-kapal besar yang datang ke Kuala Tanjung juga dapat menjadi bagian dari ekosistem ekonomi baru apabila diikuti dengan pengembangan destinasi wisata, infrastruktur pendukung, promosi, serta pelayanan wisata yang terintegrasi.

Potensi tersebut tentunya membutuhkan perencanaan matang agar pembangunan tidak berhenti sebatas pembangunan fisik atau sekadar menjadi sebuah maket destinasi wisata tanpa keberlanjutan pengelolaan.

Tantangan Menjadi Peluang

Pemerintah Kabupaten Batu Bara saat ini menghadapi berbagai tantangan pembangunan, termasuk upaya meningkatkan PAD. Namun, banyaknya persoalan yang harus diselesaikan jangan sampai membuat potensi strategis lainnya kehilangan perhatian.

Pengembangan objek wisata membutuhkan keberanian mengambil keputusan, tetapi juga harus dibarengi dengan kajian yang matang, perencanaan anggaran, aspek lingkungan, akses transportasi, keamanan, serta model pengelolaan yang jelas.

Sebab, tidak sedikit objek pembangunan yang tumbuh secara fisik tetapi belum berkembang secara ekonomi karena tidak disiapkan dengan konsep pengelolaan yang berkelanjutan.

Dalam konteks inilah, diperlukan perubahan pola pikir dan koordinasi lintas sektor agar pengembangan wisata tidak berhenti pada pembangunan infrastruktur semata.

Pulau Pandang dan Salah Namo Menuju Destinasi Nasional?

Gagasan Bupati Batu Bara Baharuddin untuk mengeksplorasi dan mendorong revitalisasi Pulau Pandang serta Pulau Salah Namo dinilai dapat menjadi salah satu peluang untuk memperkenalkan potensi Batu Bara ke tingkat nasional, bahkan internasional.

Dengan posisi Batu Bara yang memiliki kawasan industri dan kepelabuhanan Kuala Tanjung, pengembangan wisata bahari dapat dirancang sebagai bagian dari ekosistem ekonomi daerah.

Pulau Pandang dan Pulau Salah Namo memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata pesisir dengan karakteristik tersendiri. Namun, realisasinya tetap membutuhkan kajian kelayakan, perencanaan tata ruang, perlindungan lingkungan, pembiayaan, aksesibilitas, serta model investasi dan pengelolaan yang transparan.

Pengalaman sejumlah daerah seperti Lombok dan Belitung menunjukkan bahwa kawasan kepulauan dapat dikembangkan menjadi destinasi wisata yang dikenal luas. Namun, setiap daerah memiliki karakteristik dan tantangan berbeda sehingga konsep pengembangan perlu disesuaikan dengan kondisi Batu Bara.

Pada akhirnya, peluang tersebut membutuhkan keberanian untuk memulai, perencanaan yang matang dan kesinambungan kebijakan.

“Don't wait until tomorrow what you can do today.”

Pulau Pandang dan Pulau Salah Namo bukan sekadar dua titik di tengah laut. Keduanya dapat menjadi bagian dari wajah masa depan pariwisata pesisir Kabupaten Batu Bara apabila dikelola secara profesional, berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Penulis: Direktur LKPI
(Sm)